My Life Ink

Kerja Keras…Kerja Cerdas…Kerja Ikhlas…

Membangun Budaya K3 Melalui Kesisteman dan Kepemimpinan

  • Data dari ILO
  • Fatality di tempat kerja diperkirakan 2.3 juta/tahun.
  • Occupational accidents: 270 juta/th dan occupational diseases 170 juta pekerja/th.
  • Hazardous substances 651 000 fatality/th.
  • Kerugian sebesar 4% dari GDP.
  • Dengan PDB Indonesia yang Rp. 10, 500 Triliun di th 2014, maka kerugian karena OSH diperkirakan sebesar Rp 401 T.
  • Dengan gerakan bersama dan mampu menurunkan tingkat kecelakaan setengahnya saja dalam waktu pendek, maka tragedi keluarga bisa dihindarkan dan penghematan negara juga bisa di peroleh.

Apa artinya Untuk Perusahaan?.

  • Internal Perusahaan: Good safety is a good business
  • Alasan untuk mengelola K3: Humanity, Legal, Ekonomi
  • Apa yang bisa dilakukan Perusahaan? – Internal: Penerapan SMK3 ( PP-50). – External: Dengan budaya terhadap safety yang masih lemah di masyarakat, bisakah manajemen menjamin bahwa pegawai kita akan tetap aman dan selamat di Off the Job Area?.
  • Apa yang bisa manejemen lakukan?. CSR dan membekali keluarga pegawai dalam peningkatan pemahaman tentang keselamatan dan meningkatak persepsi terhadap risiko safety untuk bertindak.

BUDAYA dan BUDAYA KESELAMATAN

         Budaya : “the way we do things around here”. Perilaku sehari-hari di dalam suatu lingkungan.

  • Secara fisik : perilaku-perilaku yang dapat dilihat . . .
  • Dilakukan oleh mayoritas orang …
  • Dilakukan hampir setiap waktu …

Budaya Keselamatan: Perilaku sehari hari didalam suatu komunitas dalam menyikapi risiko keselamatan yang dihadapinya. Budaya keselamatan yang tinggi di mulai dari persepsi terhadap risiko safety yang tinggi dan menerapkannya: Contoh: persepsi risiko keselamatan di perjalanan memakai mobil bisa berdampak fatality, maka selalu memakai safety belts utk mengurangi risiko yang mungkin timbul apabila terjadi kecelakaan. Selalu melakukan pengecheckan kondisi mobil sebelum perjalanan.

Tingkatan Budaya K3 di Organisasi.

Generative Culture Safety diintegrasikan dalam kegiatan bisnis

Proactive ; Kepemimpinan dan nilai safety sebagai penggerak untuk peningkatan yang berkelanjutan

Calculative; Kita memiliki sistem untuk mengelola bahaya

Reactive; Safety penting, kita berbuat banyak setiap saat kita mengalami kecelakaan

Pathological (Hama, Penyakit); Siapa yang peduli sepanjang kita tidak mengalami………..

Ciri Organisasi dengan Budaya K3 Yang Kuat

  • Persepsi terhadap Risiko Safety yang tinggi dan saling mengingatkan bila terjadi unsafe behaviour.
  • Pemimpin mempunyai komitmen dan terlibat didalamnya.
  • Penerapan SMK3 secara komprehensip.
  • Menentukan KPI HSE, direview secara rutin, berdampak pada reward and punishment.
  • Melakukan kunjungan ke lapangan secara terjadwal khusus utk observasi safety.
  • Melakukan monthly safety meeting, safety townhall dan setiap rapat, sebelum membahas operasional, selalu mengedepankan safety sebagai topik pertama.
  • Melibatkan pegawai didalam program observasi safety.

Pembentukan Kultur K3 di sebuah Organisasi

kultur k3Sistem dan Kepemimpinan Membangun Disiplin Pegawai

  • Gunakan Kesisteman: Implementasikan SMK3 secara konsisten.
  • Fungsi Kunci Peran Kepemimpinan dalam membangun budaya.
  • Implementasikan sistem penghargaan dan hukuman secara adil dan konsisten.

EVOLUSI KINERJA SAFETY:
SAFETY TELAH BERKEMBANG SEIRING WAKTU DAN PERUBAHAN PERILAKU MENJADI TANTANGAN BERIKUTNYAevolusi

Just Culture

1.Intervensi Pimpinan sebagai Cara yang paling ampuh, namun harus sesuai dengan Just Culture; tepat dengan kultur yang ingin dibentuk.

2.Bila Terjadi Nearmiss, untuk dilakukan investigasi dan mencari akar penyebabnya, Apalagi kejadian yang lebih membahayakan, maka investigasi harus dilakukan. Sehingga apabila hukuman ke pegawai harus dilakukan, keputusan diambil berdasar pada investigasi yang komprehensip.

3.Pegawai dilalukan dengan adil.

4.Gunakan Model dan Pemberian Sangsi yang tepat

5.Berikan Penghargaan untuk yang bekerja secara aman.

PRESENTED BY :

Dr. Ir. Waluyo

Ketua Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional

President APOSHO (Asia Pacific on Occupational Safety and Health Organization : 2012-2013).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kalender

December 2016
M T W T F S S
« Sep    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
%d bloggers like this: